Waspadai Asma Pada Anjing

2012-05-24 08:25:00, viewed 3265

Disadur oleh Winny Zhang - AnjingKita.Com

Asma merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernafas (biasa disebut “dyspnea”).  Orang-orang yang terserang asma, ketika bernafas akan mengeluarkan suara yang berbunyi seperti orang bersiul (wheezing) dan juga mengalami sesak nafas yang disebabkan oleh saluran udara bagian atas yang mengejang  dan mengalami penyempitan  (trakea & bronkus). Anjing sama seperti manusia dapat terserang asma, meskipun pada anjing, kelainan ini biasanya disebabkan oleh alergi bronkhitis. Pada anjing, kondisi seperti ini hampir selalu dikarenakan reaksi alergi terhadap sesuatu yang ada di lingkungan mereka, yang mana menyebabkan reaksi peradangan pada saluran udara bagian atas.

Sering sekali, yang menjadi faktor alergen merupakan sesuatu yang terhirup oleh anjing. Alergi bronkitis yang lama di derita dapat merusak jaringan yang melapisi saluran pernafasan, menyebabkan kerusakan yang berkaitan dengan bronkitis kronis yang lebih permanen. Gejala yang disebut “serangan asma” dapat bervariasi, dari masalah pernafasan ringan hingga dyspnea parah yang dapat menyebabkan anjing sesak nafas atau mati lemas.  Ketika kondisinya menjadi parah seperti ini, biasanya asma tersebut sudah menjadi kronis dan tidak dapat disembuhkan. Pada masalah yang lebih serius, anjing mulai bernafas melalui mulut terbuka, gusi dan membran lainnya berubah warnanya menjadi biru-keunguan, yang disebabkan kurangnya oksigen. Ketika asma tersebut menjadi separah ini, anjing membutuhkan penanganan darurat dari dokter hewan untuk dapat bertahan hidup.


Gejala Alergi Bronkitis pada Anjing
Alergi bronkitis pada anjing lebih sering menyerang anjing yang berusia muda hingga anjing yang berusia menengah, meskipun anjing yang lebih tua dapat terserang juga. Ciri khas dari alergi bronkitis adalah kronis, batuh kering, yang dapat menyerang secara perlahan-lahan ataupun secara mendadak. Ciri-ciri lain adalah:

  • Gangguan pernafasan (kesulitan bernafas, sesak nafas, mengeluarkan bunyi seperti siulan/wheezing, dan dyspnea)
  • Bernafas melalui mulut
  • Batuk ( kering)
  • Membran mukosa yang pucat (gusi yang membiru)
  • Lesu
  • Tidak dapat berolahraga
  • Kurangnya nafsu makan
  • Kehilangan berat badan


Asma cenderung lebih sedikit menyerang anjing jika dibandingkan dengan kucing, asma pada kucing merupakan gangguan yang sudah sering terjadi. Tanda-tanda asma yang dapat terlihat pada anjing bervariasi dari tanda-tanda yang ringan hingga yang berat. Sering sekali, penyebab asthma ini tidak dapat di identifikasi. Beberapa anjing menjadi lemas, berhenti makan dan kehilangan berat badan karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Ketika hal ini terjadi, kondisi anjing tersebut biasanya telah berlanjut ke tahap bronkitis kronis, yang mana asma tersebut progresif dan tidak dapat dirubah.  Untungnya, alergi bronkitis pada anjing merupakan hal yang jarang terjadi dan biasanya dapat disembuhkan secara efektif dengan pemberian obat-obatan. Jika anjing anda menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernafas, diiringi dengan batuk kering, bawalah anjing anda ke dokter hewan secepatnya.

Anjing-anjing yang Beresiko
Alergi bronkitis kronis, atau asma, lebih sering menyerang anjing yang lebih tua, anjing trah kecil baik jantan maupun betina, meskipun pada anjing trah besar tidak boleh diabaikan. Anjing-anjing yang telah terekspos pada alergen di suatu lingkungkan beresiko mengalami gangguan asma ini; alergen tersebut termasuk rokok, asap rokok, tungku kayu bakar, perapian, karpet, atau pembersih lantai, deodorant dan juga penyegar udara/pengharum ruangan.

 

sumber : www.anjingkita.com

X

#{text}